Search This Blog

Tuesday, October 21, 2014

APRESIASI PRESTASI – “GLOWING GREENARATION” (Universitas Pembangunan Jaya)

APRESIASI PRESTASI – “GLOWING GREENARATION”
Karena Hasil Kerja dan Jiri Payah Mereka Pantas Untuk di Apresiasi

Acara Apresiasi Prestasi (APRES) ini diselenggarakan dalam rangka mendukung dan mengapresiasi mahasiswa serta seluruh masyarakat kampus baik dalam hal akademik maupun non-akademik. Acara yang telah berlangsung pada Selasa, 6 Mei 2014 bertempat di Aula Universitas Pembangunan Jaya, merupakan acara garapan mahasiswa semester 6 program studi Ilmu Komunikasi sebagai projek akhir mata kuliah Event Organizing. Acara ini merupakan syarat lulus dalam mata kuliah Event Organizing.
Apresiasi Prestasi merupakan acara pemberian penghargaan bagi para civitas akademika UPJ yang memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Proses penilaian dilakukan dengan penilaian langsung yang dilakukan tim dosen prodi masing-masing, dan untuk beberapa kategori penghargaan di tingkat Universitas, melalui proses voting, dimana seluruh masyarakat kampus dapat turut serta menentukan pilihannya.
Selain pemberian penghargaan, acara ini juga menampilkan berbagai kesenian dari UKM di Universitas Pembangunan Jaya. Dengan tema Glowing Greeneration, acara ini akan menggunakan dekorasi bertema alam, yang didominasi warna hijau, serta mengandung unsur glowing didalamnya.

"Kami dari program studi Ilmu komunikasi UPJ menyambut baik dan mendukung kegiatan acara ini, kegiatan seperti ini tidak hanya mahasiswa saja yang dapat berkembang atau berkarya di lingkungan Universitas, namun seluruh masyarakat kampus agar dapat lebih meningkatkan kinerja dibidangnya masing-masing." ungkap Dini Apriliana ketua panitia Apresiasi Prestasi.

            Acara ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dari peran serta sponsor. Beberapa sponsor yang turut membantu jalannya acara ini, antara lain Top House Property, Warong Miyabi, Arvindo Advertising Outdoor, KFC dan Kicau Bintaro sebagai salah satu media partner. Selain itu, acara APRES ini turut mengundang beberapa media untuk dapat meliput acara ini. Diharapkan Apresiasi Prestasi ini dapat dilakukan secara rutin setiap tahunnya sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh masyarakat Universitas Pembangunan Jaya.
            Universitas Pembangunan Jaya adalah salah satu universitas yang berorientasi pada keterpaduan dan keseimbangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan humaniora untuk peningkatan kualitas hidup manusia yang mandiri, bermoral, bertanggung jawab dan peka terhadap lingkungan. Universitas Pembangunan Jaya memiliki 10 program studi, diantaranya adalah Program Studi Ilmu Komunikasi. http://upj.ac.id/prodi/3/ilmu-komunikasi.html

Pemberitaan di Jawa Pos

Banner APRES


Website             http://upj.ac.id
Facebook           : Universitas Pembangunan Jaya (UPJ)

Twitter               : @UPJ_Bintaro

Wednesday, October 15, 2014

Apa itu Community Development (ComDev)??

Pada pembahasan blog sebelumnya, saya sedikit menjelaskan tentang CSR (Corporate Social Responsibility). Kali ini saya akan sedikit membahas mengenai Community Development (ComDev) yang juga termasuk kedalam ruang lingkup CSR.

Apa itu Community Development (ComDev)??

Community Development (ComDev) atau disebut juga dengan pengembangan masyarakat adalah salah satu bentuk aktualisasi CSR. Program ini dilakukan oleh perusahaan atas dasar sikap dan pandangan filantropis (kedermaan). Tujuan Comdev adalah membangun kembali masyarakat sebgai tempat pengalaman penting manusia, memenuhi kebutuhan manusia, dan membangun kembali struktur-struktur Negara kesejahteraan, ekonomi global, birokrasi, elit professional, dan sebagainya yang kurang berperikemanusiaan dan sulit diakses. ComDev merupakan suatu proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan oleh industri, pemerintah pusat dan daerah terhadap kehidupan komunitas lokal.

Tujuan Pelaksanaan ComDev :
  1.  Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menemukan alternative ekonomi dalam jangka panjang.
  2. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun budaya.
  3.  Menguatkan kelembagaan lokal yang mampu mempelopori tumbuhnya prakarsa-prakarsa lokal.
  4. Mewujudkan kemandirian masyarakat, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun budaya.


Peran pendamping ComDev:
  1.      Peran Fasilitatif
  2.         Peran edukatif
  3.         Peran Representatif
  4.       Peran Teknis


Proses pendamping (enabling dan empowering/ pengajaran dan pelatihan) harus intens dan terus menerus hingga kemandirian tercapai.

Tahapan-tahapan dalam ComDev:
  1.          Mapping (identifikasi kebutuhan masyarakat)
  2.         Perencanaan program
  3.       Sosialisasi program
  4.        Implementasi
  5.       Evaluasi dan monitoring


Pada intinya, Community Development merupakan salah satu kegiatan yang ada pada ruang lingkup CSR. Hanya saja kata kunci dalam perencaan ComDev adalah bagaimana suatu perusahaan membangun suatu daerah atau komunitas yang lebih mengacu kepada sector ekonomi daerah atau komunitas tersebut.




Referensi buku: 
Ardianto, Alvinaro & Machfudz, Dindin. M. Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR.

Wednesday, October 8, 2014

Definisi & Pengertian Dasar CSR (Corporate Social Responsibility)

Corporate Social Responsibility (CSR) adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memerhatikan tanggung jawab sosial perusahaan dan menitik beratkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis, sosial, dan lingkungan.
CSR secara umum merupakan kontribusi menyeluruh dari dunia usaha terhadap pembangunan berkelanjutan dengan memerhatikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan kegiatannya. Substansi CSR adalah dalam rangka kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas, stakeholder yang terkait dengannya, baik local, nasional, maupun global.
Tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan yang pertama kali dikemukakan oleh Howard R. Bowen (1953), dikembangkan dalam konsep Cost Benefit Ratio versus Social Benefit Ratio, yang di fakultas ekonomi UI dikembangkan oleh Emil Salim (1956) dengan kesimpulan bahwa “setiap perusahaan berskala besar hendaknya jangan hanya bermotivasi mencapai profit sebesar-besarnya dengan membandingkan cost dan benefit (least cost combination); tanpa sama sekali melihat ratio antara cost dan social benefit (manfaat sosial); keberadaan perusahaan terhadap lingkungan”.

Langkah – langkah dalam melakukan CSR:
1)   Analisis Situasi: Melihat keberadaan dan posisi korporat dimana, termasuk bagaimana citra perusahaan
2)   Penetapan Tujuan: Nantinya bisa diukur sampai atau tidaknya tujuan program CSR.
3)   Target Publik: Masyarakat terdiri dari berbagai public yang nantinya akan mencapai masyarakat secara luas.
4)   Pemilihan Media: Baik media massa ataupun non-massa harus tepat sesuai dengan target public.
5)   Pengukuran hasil setiap kegiatan CSR bagi korporat harus dapat diukur keberhasilannya.

Dasar penerapan yang efektif pada setiap prinsip CSR:
1)   Mengidentifikasi dan menyeleksi substansi dari norma dan prinsip yang relevan oleh ribuan perusahaan.
2)   Cara-cara mendekatkan jarak antar – stakeholder oleh aktivitas perusahaan dalam kaitannya dengan peningkatan tanggung jawab sosial perusahaan dan pendekatan dalam implementasi.
3)   Proses dan sistem untuk menjamin efektivitas operasional dari komitmen CSR
4)   Teknik – teknik untuk verifikasi kemajuan kedepan dari komitmen corporate responsibility.
5)   Teknik – teknik untuk stakeholder dan laporan public serta komunikasi. Pendekatan efektif tersebut dan juga akan fleksibel serta praktis.

Di Indonesia, praktik CSR mengambil dua bentuk:
1)   Tanggung jawab intitusional perusahaan yang terikat dengan peraturan perundang-undangan.

2)   Tanggung jawab sukarela yang tidak terikat dengan perundang-undangan, tetapi dianggap penting dikerjakan perusahaan, baik oleh kebutuhan internal perusahaan maupun pertimbangan moral, sosial, kemanusiaan.


Referensi:

Ardianto, Alvinaro & Machfudz, Dindin. M. Efek Kedermawanan Pebisnis dan CSR.